5 Insiden Sepak Bola Yang Merenggut Banyak Nyawa

insiden sepak bola

Pertandingan olahraga seringkali menarik banyak perhatian. Tak hanya bagi penikmat olahraga tersebut tetapi juga bagi mereka yang suka pertunjukan. Salah satu olahraga yang kompetisi nya selalu menarik antusias yang cukup banyak adalah pertandingan sepakbola. Namun tak semua pertandingan berjalan lancar, terdapat sejumlah hal tak terduga yang terjadi. Sejumlah insiden sepak bola terjadi dan cukup menggemparkan.

Kejadian-kejadian besar terjadi di lapangan hijau pada sejumlah pertandingan. Beberapa insiden cukup menarik perhatian dunia karena beberapa alasan. Dan tentunya kejadian yang diharapkan tidak terjadi kembali di gelaran-gelaran selanjutnya. Berikut adalah sejumlah insiden besar yang pernah terjadi dan merenggut banyak jiwa.

1. Stadion Terbakar – Valley Parade

Valley parade adalah nama dari sebuah stadion yang berada di Inggris. Kejadian ini menjadi insiden sepak bola terburuk dalam sejarah sepak bola inggris. Pasalnya kebakaran yang terjadi saat kompetisi berlangsung ini menewaskan lebih dari 50 orang dan ratusan orang terluka. Kebanyakan korban adalah suporter dari Bradford City.

Kejadian yang terjadi pada tahun 1985 ini menyebabkan adanya regulasi tentang peraturan penggunaan struktur kayu untuk stadion sepak bola. Pada masa itu kebanyakan stadion masih menggunakan kayu sebagai bahan utama untuk membangun tribun. Dan pada hari kejadian diduga seorang supporter membuang puntung rokok yang masih menyala di sela-sela tribun yang langsung jatuh ke sampah kertas di bawah tribun. Sehingga api mulai membakar dasar tribun penonton.

Selain karena bahan utama tribun penonton yang mudah terbakar. Dalam penanganan juga sempat terjadi miss komunikasi yang menyebabkan pemadam kebakaran terlambat sampai ke lokasi. Selain itu tumpukan sampah kertas dan mudah terbakar di bawah tribun juga ikut memicu kebakaran.

2. Tembok Stadion Runtuh – Tragedi Heysel

Tragedi ini terjadi pada gelaran piala champions tahun 1985. Saat itu regu yang bertanding adalah Liverpool dan Juventus. Tragedi ini berawal saat sejumlah suporter mencoba memaksa masuk ke bagian lain dari stadion. Hal ini menyebabkan tekanan yang cukup tinggi di beberapa bagian stadion dan akhirnya tembok stadion runtuh dan menimpa orang-orang yang ada di bawahnya.

Kejadian ini menewaskan 39 orang dan lebih dari 600 orang terluka. Mereka kebanyakan berasal dari pendukung Juventus. Kerusakan yang terjadi pada stadion diduga karena terjadi kerusuhan antar suporter. Usai kejadian ini Inggris menerima hukuman yang cukup berat yaitu selama 5 tahun klub asal Inggris dilarang bermain di kompetisi eropa. Dan setelah penyelidikan terdapat 14 supporter yang didakwa atas tuduhan pembunuhan.

3. Bentrokan Lapangan – Port Said Mesir

Mesir memiliki liga utama yang mempertandingkan klub-klub lokal mesir. salah satu sejarah terburuk sepak bola terjadi melibatkan dua klub liga Mesir pada 2012. Dua klub yang terlibat adalah klub Al-Masry dan Al-Ahly. Selama pertandingan ketegangan terus terjadi karena supporter dari Al Masry berkali-kali masuk lapangan. Dan puncaknya pada pada akhir laga saat al Masry memenangkan pertandingan.
supporter langsung turun kelapangan dengan membawa banyak senjata seperti pedang, batu, pisau hingga petasan.

Hal ini menyebabkan 78 orang meninggal dengan sejumlah luka tikam dan sekitar 1000 orang mengalami luka-luka. Para pemain pun terpaksa dijemput langsung oleh Angkatan bersenjata Mesir karena sudah terjebak di dalam ruang ganti. Pihak keamanan pada laga ini dianggap lalai dalam pengawasan sehingga kapasitas lapangan penuh dan supporter bisa membawa masuk senjata tajam.

Akibat dari kejadian ini sejumlah pemain sepak bola professional mesir mengumumkan pensiun. Departemen Kesehatan mesir menyebut kejadian ini sebagai insiden sepak bola terburuk dalam sejarah Mesir. Dan segala pertandingan lanjutan pada liga mesir di musim itu dibatalkan oleh asosiasi sepakbola Mesir.

4. Kelebihan Kapasitas – Ellis Park Stadiums Disaster

Tidak ada bentrokan, tidak kerusakan stadion kejadian ini murni karena kapasitas berlebih. Pada tahun 2001 saat digelar laga antara Kaizer Chief melawan Orlando Pirates penonton memadati tribun. Pertandingan ini memiliki daya tarik yang cukup besar dan mendatangkan banyak suporter. Namun ternyata kapasitas stadion Ellis park tidak cukup untuk menampung seluruh penonton.

Sekitar 43 orang tewas dalam kejadian ini karena berdesak-desakan dan terinjak-injak. Stadion ini memiliki kapasitas 62.000 penonton namun yang masuk tribun saat itu mencapai 120.000 orang atau dua kali lipat nya. Hal ini menyebabkan sejumlah orang kehabisan nafas saat berdesakan.

Akibatnya pertandingan yang belum selesai dihentikan. Kemudian sejumlah petugas membawa korban yang meninggal ke tengah lapangan. Investigasi menunjukkan terjadi kecurangan yang dilakukan pengelola stadion yang menjual tiket melebihi kapasitas stadion untuk keuntungan pribadi.

5. Tragedi Hillsborough

Sama seperti kejadian Ellis Park stadium kejadian ini juga dikarenakan kelebihan kapasitas. Namun sejumlah investigasi juga menyalahkan pihak keamanan yang tidak bisa mengarahkan suporter dengan baik. Kejadian ini terjadi saat pertandingan semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest dimana pertandingan ini adalah babak penentuan untuk ke pertandingan final menjadi juara. Saat itu, 15 April 1989, suporter Liverpool mengalami kelebihan kapasitas dan saling berdesak-desakan.

Korban dalam kejadian ini seluruhnya adalah pendukung Liverpool. Dalam tragedi ini, tercatat ada 96 orang tewas dan sekitar 788 orang mengalami luka-luka. Hingga saat ini, setiap tahunnya pada tanggal tragedi ini terjadi, yaitu pada 15 April. Liverpool mengadakan seremonial dengan menerbangkan 96 balon untuk mengenang 96 orang yang meninggal dunia pada tragedi Hillsborough.

Itulah sejumlah insiden sepak bola dunia yang sangat memukul banyak pihak. Kejadian-kejadian ini terjadi karena sejumlah alasan namun memiliki dampak yang besar. Utamanya bagi keluarga dari korban. Sejumlah insiden diatas menjadi sebuah evaluasi kedepannya agar hal serupa tidak pernah terulang lagi.

About the Author: Admin